Sb
Antimoni adalah metalloid yang digunakan sejak zaman dahulu sebagai kosmetik dan retardant api.
Properti Fisik
| Massa Atom | 121.76 u |
| Kepadatan | 6.685 g/cm³ |
| Titik Pencairan | 903.78 K |
| Titik Kerebusan | 1860.0 K |
| Penampilan | Perak berkilau abu-abu logam |
| Negara bagian di Room Temp | Solid |
Properti Kimia
| Elektronegativitas | 2.05 (Pauling) |
| Energi Ionisasi Pertama | 834.0 kJ/mol |
| Affinitas Elektron | 103.2 kJ/mol |
| Negara Oksidasi | -3, +3, +5 |
Properti Atom
| Konfigurasi Elektron | [Kr] 4d10 5s2 5p3 |
| Radius Atom | 133.0 pm |
| Radius Kovalen | 139.0 pm |
| Radius Van der Waals | 206.0 pm |
Penemuan
| Ditemukan Oleh | Known since antiquity |
| Lokasi | Beragam (Mesir Kuno) |
| Dinamakan Setelah | Yunani 'anti + monos' berarti tidak sendirian; simbol 880.000 dari Latin'stibium' |
Tentang Antimon
Antimoni adalah metalloid abu - abu berkilau yang terutama ditemukan sebagai bijih stibnite, orang Mesir kuno menggunakan antimoni sulfida sebagai kosmetik mata (kohl).
Gunakan & Aplikasi
Flame retardants, lead-acid baterai, semikonduktor, pewter, dan peluru.
Fakta yang Menyenangkan
Orang Mesir kuno menggunakan antimon sulfida sebagai riasan mata lebih dari 5.000 tahun yang lalu, menjadikannya salah satu bahan kosmetik paling awal.
Isotop
| Nomor Mass | Bermegah-megahan | Setengah-Kehidupan | Stabil |
| 121 | 0.5721% | - | Ya |
| 123 | 0.4279% | - | Ya |
Konfigurasi Elektron
[Kr] 4d10 5s2 5p3